Karena dulunya komputer ini dipake saya dan adik saya buat main game/ngerjain tugas/hal-hal lainnya, segala data-data di dalamnya musti di-backup dulu. Untung aja space HD eksternal masih mencukupi (satu tera gitu loh, wakakakakak).
Spek komputer saya secara lengkap adalah sbb:
- Procie P4 3.06 GHz dioverclock jadi 3.12 GHz (yah, emang tipis, tapi kalo di atas 3.25 GHz jadi nggak stabil.
- 2x512 DDR-SDRAM PC3200
- 80+40 ATA HDD
- Mobo: Asus P4SGX-MX (sedihnya punya fast ethernet di environment gigabit T_T)
1. Instalasi server
Setelah semua data-data penting di-backup, saya memasang Ubuntu server ke dalam komputer tersebut. Pertamanya, saya make konfigurasi "virtual machine mode" yang katanya bisa memangkas space HD yang dipakai sampai kurang dari 100 MB. Atur swap segede 1929 MB di HD1 yang segede 80GB, sisanya dipake buat naroh root directory. HD2 yang segede 40 GB, dipake buat mount point /srv. Selesai pasang, server jadinya terasa aneh banget. Maunya untung malah buntung.
Ternyata, ruginya instal mode VM punya beberapa kerugian. Yang saya rasakan:
- Nano text editor nggak ada, cuma ada Vim (dan saya ga bisa pake vim T_T)
- Manual page tidak terpasang secara default (jadi ga bisa baca manualnya vim)
- Aptitude tidak terpasang (bedakan dengan apt)
2. Setting Server agar bekerja di belakang proxy ITB
Jaman-jamannya sebelum Karmic, update untuk repositori luar ITB tidak bisa berjalan dengan lancar karena masalah dengan Synaptic. Masalah tersebut disebabkan adanya bug (Indonesia: kecoa) yang mengakibatkan Synaptic mengabaikan proxy exception yang disetting pada Synaptic. Sehingga, kalo seseorang mau update repo luar (misalnya dl.google.com) update repo internal ITB tidak bisa dilakukan, demikian juga ketika update repo internal ITB update repo luar tidak bisa dilakukan. Yah, untungnya sih kebanyakan orang sekarang udah pake karmic. Dan untungnya juga saya pake karmic.
Nah kembali ke konfigurasi proxy di ubuntu server. Dalam dunia CLI, konfigurasi proxy untuk apt dilakukan dengan memasukkan 4 baris di bawah ini ke /etc/apt/apt.conf:
Acquire::http::Proxy "http://user:pass@cache.itb.ac.id:8080";
Acquire::ftp::Proxy "ftp://user:pass@cache.itb.ac.id:8080";
Acquire::https::Proxy "https://user:pass@cache.itb.ac.id:8080";
Acquire::ftp::Proxy::ftp.itb.ac.id "DIRECT";
Baris keempat digunakan untuk proxy exception repo dalam ITB.
Setting server sudah, terus apa?
